Saturday, January 30, 2010

Today's Word

Today's Words

Lesson 2 : Aizu
Meaning : a signal, a sign
Example : Watashi wa sotto Yumi ni me de aizu shita
Translation : I secretly winkend at Yumi
Lesson 3 : Aisuru
Meaning : to love; to care for; to have an effection
Example : Chichi wa watashi o totemo aishite kureteiru
Translation : My father loves me very much
Lesson 4 : Ainiku
Meaning : unfortunately; unluckily; I am sorry (to say that~)
Example : Ainiku Ken wa gaishutsuchuu datta
Translation : I am sorry to say that Ken was out
Lesson 5 : Ao
Meaning : blue
Example : Utsukushii aozora o aoide mita
Translation : I looked up at the beautiful blu sky
Lesson 6 : Iu
Meaning : To say; to speak; to talk; to tell
Example : Watashi no iu koto mo chanto kiite yo
Translation : Please listen to what I said, as well

TazKeeRaH 14 : Belajar Daripada Alam

Belajar daripada Alam
www.iLuvislam.com
pengemisKasih_Ilahi
editor:everjihad



Aku sering memandang ke luar jendela. Merenung ke langit melihat pokok, bintang, langit yang biru, pokok-pokok yang berdiri tegak, dan bintang- bintang yang berkelipan di kala malam. Malah aku sebenarnya sangat tertarik dengan sebatang pohon di hadapan jendelaku yang kelihatan sangat lebat dan rendang daunnya.

Setiap kali aku memandang keluar jendela, pohon itulah yang sering menambat perhatianku terlebih dahulu. Dalam hatiku pula, aku sering tertanya-tanya, apakah yang dapat aku pelajari dan aku fikirkan daripada alam ciptaan ALLAH ini sebagaimana firmanNYA dalam

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka''
(Al-Imran : 190-191)


Suatu hari aku terdengar petikan kata-kata Ustaz Zahazan dalam satu kuliahnya menerusi radio, orang beriman umpama pohon yang merendang. Akarnya sangat kuat dan sangat sukar untuk dipatahkan. Malah akarnya bisa mencengkam ke dasar tanah. Begitulah jua dengan orang beriman. keimanannya teguh semata-mata kerana ALLAH yang Esa. Daun pohon itu sangat rendang dan lebat umpama orang beriman yang semakin berusia, semakin bertambah pula amal ibadatnya semakin bertambah jua ilmunya.

Pohon itu sangat teguh dan kukuh di situ. Meskipun kadangkala dahan dan dedaunnya meliuk lintuk dan bergerak dipukul angin kuat, namun pohonnya tetap di situ. Akarnya yang kuat mampu menahan dirinya daripada tumbang. Ya! Seperti orang yang beriman, meskipun kadangkala iman itu ada naik dan turunnya, meskipun terkadang hampir ditewaskan dengan pujuk rayu syaitan dan nafsu, namun keimanan yang teguh yang mendasari hati mengatasi segalanya. Pohon itu tahan diuji dengan panas dan hujan. Malah meskipun disambar petir dan angin yang kencang. Sepertimana orang yang beriman, meskipun diuji dengan dugaan dan ujian yang sangat berat, namun dia pasrah dan sabar. Mereka tetap meneruskan hidup dengan senyuman dan tidak pernah mengalah.

Dedaun yang kering dan sudah tua tidak kekal di atasnya. Ianya akan jatuh ditiup angin atau jatuh sendiri, dan akhirnya menyatu dengan tanah. Sepertimana orang beriman yang tidak pernah membiarkan dirinya bersalut dosa, sering mencari peluang untuk bertaubat dan menyucikan diri, agar diri termasuk dalam kalangan orang yang diampunkan. Pohon itu juga menjadi tempat untuk insan berteduh daripada kepanasan, bersandar kerana keletihan. Tambahan itu,jua dapat berlindung daripada panas dan hujan sepertimana orang beriman yang menjadi pelindung kepada saudaranya yang lain serta membantu saudaranya yang dalam kesusahan di samping membela nasib orang miskin dan anak-anak yatim.

Burung-burung juga sering singgah di dahan pohon tersebut. Itulah umpamanya orang beriman yang dalam masa yang sama, menjadi penolong agama Allah dengan menyebarkan hidayah dan petunjukNya kepada hamba- hambaNya yang lain yang perlukan bimbingan. Mereka mengajak ke arah kebaikan, menyeru ke jalan yang benar dan mencegah daripada kejahatan. Namun, pohon itu tetap pohon. Sebatang pohon yang merupakan makhluk Allah. Dia tidak kekal dan saatnya akan tiba, Pasti ia akan mati jua. Walau seteguh mana pun ia di situ, aku sedar, saatnya akan tiba di mana aku tidak mampu lagi menyaksikan ianya berdaun lebat dan berdiri kukuh di situ. Sepertimana orang beriman, tiba masa dan ketika,dirinya tetap kan pergi menghadap Ilahi. Namun kehilangannya pasti dirasai, jasa dan bakti mereka tetap dalam sanjungan. Dan akhirnya aku dapat mempelajari sesuatu daripada sebatang pohon yang sering aku pandang selama ini. Ini mengajarku untuk menjadi seorang hamba yang lebih baik kepadaNya.

Bukan sekadar untuk dipandang. Namun jua untuk dipelajari dan diambil pelajaran daripadanya. Semoga, kita semua mampu belajar sesuatu daripada alam yang terbentang luas ini sebelum mata ini terpejam buat selamanya. Juga, semoga kita bisa meningkatkan keimanan dan amal soleh kepada NYA ,serta termasuk dalam kaum yang memikirkan. Insya Allah.

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (meningat Allah).
(Al-Qaaf, 50:7-8 )

TazKeeRaH 13 : Hati Dan Lisan

Hati dan Lisan
www.iluvislam.com
myray
editor : everjihad


Ibnu Jarir Dalam tafsirnya "At-Thabari" menyebutkan bahwa dahulu ada seorang budak Habasyi (Etiopia) yang berkulit hitam legam, lalu tuannya berkata padanya:

"Wahai budakku, sembelihlah kambing ini, lalu keluarkanlah dua organ tubuhnya yang paling baik"

Maka diapun menyembelih kambing tersebut lalu dia keluarkan lidah dan hatinya, maka si tuan pun terdiam beberapa saat, kemudian dia kembali berkata:

"Sekarang sembelihlah kambing ini lalu keluarkanlah dua organ tubuhnya yang paling buruk, maka diapun menyembelih kambing tersebut lalu dia keluarkan lidah dan hatinya, maka si tuan pun berkata:

"Aku telah memintamu untuk mengeluarkan dua organ tubuh yang paling baik lalu kamu pun mengeluarkan lidah dan hati, kemudian aku memintamu untuk mengeluarkan dua organ tubuh yang paling buruk lalu kamu pun mengeluarkan lidah dan hati?"

Maka budak itu pun menjawab:

Kerana sesungguhnya tidak ada organ tubuh yang lebih baik dari keduanya jika keduanya baik, dan tidak ada organ tubuh yang lebih buruk dari keduanya jika keduanya buruk".

Sungguh.. !
Apa yang telah dilakukan oleh budak tersebut sangatlah benar, dia telah memilih lidah dan hati sebagai organ tubuh yang paling baik sekaligus juga yang paling buruk.

Yang pertama: Lidah.

Lidah..
Ibarat sebuah senjata atau pisau yang memiliki dua mata yang sangat tajam. Jika dia tidak menggunakannya dengan baik, maka senjata itu akan melukai orang lain atau melukai dirinya sendiri. Demikian juga lidah, jika seseorang tidak menggunakannya dalam kebaikan maka pasti dia akan terjerumus dalam keburukan.

Salah seorang sahabat yang bernama Sofyan bin Abdullah pernah bertanya pada Rasulullah SAW: wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku tentang satu perkara yang harus aku pegang teguh? Lalu beliau menjawab:
قل امنت بالله ثم استقم

Katakanlah: "Aku beriman pada Allah, kemudian beristiqomahlah"

Lalu sahabat itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang paling engkau takutkan dariku? Kemudian Rasulullah memegang lidahnya sambil berkata: ini. Berapa banyak perselisihan yang terjadi antara dua orang teman yang diakibatkan oleh lidah, berapa banyak perceraian atau pertengkeran yang terjadi antara dua orang suami isteri yang diakibatkan oleh lidah, berapa banyak tawuran masal antara dua sekolah atau dua desa yang terjadi yang diakibatkan oleh lidah dan masih banyak lagi keburukan-keburukan lainnya yang disebabkan oleh lidah ini, entah itu berupa perkataan dusta, ghibah (menggunjing orang lain), namimah (mengadu domba), saksi palsu, mencela, mencerca dan lain sebagainya.

Benarlah sabda Rasulullah SAW:

من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

"Barang siapayang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam"

Salah seorang penyair Arab berkata:

وجرح السيف تدمله فيبرا ويبقى الدهر ما جرح اللسان

"Luka karena pedang jika kamu balut maka diapun akan kembali sembuh dan akan lekang sepanjang masa luka yang diakibatkan oleh lisan"

Oleh karena itu, marilah kita jaga lisan kita, jangan sampai lisan kita tergelincir dengan mengeluarkan kata-kata yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah Ta'aala atau keburukan bagi orang lain. jangan sampai amal ibadah yang kita lakukan sia-sia belaka karena perkataan yang keluar dari mulut kita. Kemudian yang kedua: hati Sungguh manusia itu tergantung pada hatinya, sebab hati itu memberi komando kepada seluruh anggota tubuh, dari mulai akal pikiran, mata, telinga dan lain sebagainya. Oleh karena itu apabila hatinya baik maka akan baik pulalah anggota tubuh yang lainnya, tetapi apabila jahat maka binasalah semua anggota tubuh yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:
ألا و إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله و إذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

"Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam hati itu ada segumpal daging, apabila ia baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, namun apabila ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa (segumpal daging itu) adalah hati"

Hadits tersebut menunjukkan bahwa hati adalah barometer kebaikan dan keburukan tubuh seseorang. Oleh karena itu marilah kita jaga hati kita, jangan sampai kita kotori dengan noda-noda dosa yang dapat menutupi cahayanya. Karena semakin banyak dosa yang kita lakukan, maka akan semakin banyak noda hitam yang menutup hati kita, hingga akhirnya hidayah Allah pun tidak dapat masuk dalam hati kita. Juga marilah kita bertaubat pada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taubat atas segala kesalahan yang telah kita lakukan, karena setiap diantara kita pasti telah melakukan kesalahan:

كلكم خطاؤون وخير الخطائين التوابون

"Setiap orang dari kalian pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat"


Juga dalam hadits lain disebutkan bahwa hanya dengan taubat inilah hati kita dapat kembali bercahaya dan memancarkan sinarnya.


Rasulullah SAW bersabda:
إن العبد إذا أذنب ذنبا كانت نكتة سوداء في قلبه، فإن تاب منها صقل قلبه، وإن زاد زادت،

"Sesungguhnya seorang hamba itu jika melakukan satu dosa maka akan meninggalkan satu noda hitam dalam hatinya, dan jika dia bertaubat maka hatinyapun akan kembali dibersihkan, namun jika bertambah (perbuatan dosanya) maka akan bertambah (pula) noda-nodanya"

Demikianlah, secebis peringatan bagi kita. Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat buat semua.


TazKeeRaH 12 : Rahsia Tarian Poco-Poco

Rahsia Tarian Poco-Poco
www.iluvislam.com
Dihantar Oleh:
sweetnyedier
Editor: RosNiza Abdullah





Alhamdulillah kerana kita semua masih bernafas lagi dengan izinNya. Saya ingin berkongsi dengan rakan-rakan semua tentang tarian poco-poco yang sedang hangat ditarikan oleh semua lapisan masyarakat, umumnya masyarakat kita yang beragama Islam terutama ketika manghadiri kursus.

Sebenarnya tarian poco-poco ini berasal dari Filipina bukannya dari Indonesia. Ia ditarikan oleh masyarakat yang beragama kristian ketika mereka menghadiri upacara sembahyang mingguan mereka. Lihatlah sahaja bagaimana pergerakannya, yang membentuk salib. Mungkin kita tidak perasan kerana kita suka mengikut-ikut sesuatu yang baru tanpa usul periksa.

Inilah cara musuh-musuh Islam mengenakan kita sedangkan kita tahu apabila kita melakukan sesuatu yg menyerupai sesuatu agama maka kita dikira merestui agama itu seperti amalan yoga yang telah difatwakan haram kerana menyerupai agama Hindu. Cuma tarian poco-poco ini belum difatwakan haram lagi.

Marilah kita sama-sama fikirkan. Saya dulu pernah terfikir, kenapa tarian itu dimulakan daripada kiri? Dan apa jenis senaman ini? Relevankah tarian ini, yang kelihatan seperti tidak siuman? Saya menyeru kepada diri anda semua supaya mengambil inisiatif untuk tidak menarikan lagi tarian ini yang ternyata mensyirikkan Allah tanpa kita sedar. Dan paling utama memohon keampunan daripada Allah S.W.T atas kejahilan kita tentang perkara ini sebelum ini.

Semoga mendapat perhatian pihak berkenaan agar mengkaji secara terperinci tentang kesahihan perkara ini, asal usul dan kesannya kepada akidah umat Islam dan mengeluarkan fatwa tentang tarian ini, agar Umat Islam tidak berterusan di dalam kelalaian dan keasyikkan menarikan tarian ini.



Sumber: Rahsia Tarian Poco-Poco

TazKeeRaH 11 : Remaja : Iman VS Rakan

Remaja : Iman VS Rakan
www.iluvislam.com
Fatimah Syarha
Editor: arisHa27

Alam remaja tak lekang cabaran. Daya inkuiri yang tinggi untuk mencuba sesuatu yang baru amat ketara. Perasaan dan keinginan bergelora hebat. Ia suatu tempoh transisi menuju dewasa. Rakan sebaya biasanya sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang remaja dalam tempoh ini.

Seringkali setiap remaja keliru untuk berhadapan dengan segala sesuatu. Sukar untuk menentukan bagaimanakah sepatutnya perasaan, konsep dan penilaian sebenar terhadap masalah-masalah, terhadap peristiwa-peristiwa dan juga terhadap individu manusia pada keseluruhannya.

Firman Allah S.W.T. ;

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

" Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamu orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. "
(Surah Ali 'Imran: ayat 139)


Rasa mulia dan tinggi dengan iman, suatu perasaan yang sungguh memotivasikan hidup. Perasaan ini akan menjadikan hidup lebih terarah dalam menghadapi setiap realiti, kemungkinan dan nilaian manusia. Muslim beriman akan memegang Iman dan nilainya mengatasi segala bentuk nilai yang datang dari sumber yang lain. Sungguh hebat perasaan ini mempengaruhi hidup seseorang yang yakin dengannya.

Begitulah remaja beriman takkan mudah goyah dengan nilaian kawan-kawan. Tetap teguh pendirian apabila kawan-kawannya mengejek lekeh jika tidak merokok. Atau memandang tak laku jika belum berpunya. Dia tak mudah melatah apabila dianggap ’skema’. Imannya menjadi perisai apabila diajak berfoya-foya.

Hebat sekali kuasa iman. Rasa mulia dengan iman ini suatu perasaan yang perlu ditanam dan disuburkan hinggalah ianya tidak menjadi suatu perasaan yang hangat-hangat tahi ayam sahaja. Perasaan agung itu mestilah berdasarkan kebenaran Allah yang Maha Hidup dan tidak mengenal mati. Kebenaran yang tetap hidup walaupun dicabar oleh kekuatan, oleh konsep dan realiti yang sering berlegar dalam kehidupan seharian remaja.

Contohnya, remaja beriman akan tegas berkata,

”Saya takkan menjadi robot yang hanya terpacak di hadapan tv, diikat hidung oleh media yang sering menghidangkan hiburan.”

Kebanyakan remaja hari ini terdedah dengan arus globalisasi hingga mempunyai cara berfikir sendiri yang sangat berpengaruh sesama mereka. Persekitaran dan didikan juga menyebabkan mereka mempunyai nilai-nilai yang sukar untuk ditentang; nilai yang menekan rakan sebayanya untuk turut terikat dengannya.

”Tak keluar dating? Apa kuno sangat kamu ni? Ni bukan zaman nenek moyang dulu.”

Inilah hanyalah salah satu contoh pemikiran remaja kita.

Cara berfikir, dan nilai itu menekan remaja lain yang tidak mempunyai persediaan yang kukuh. Begitu juga setiap konsep yang membelenggu cara berfikir remaja hari ini memang mempunyai ikatan yang kukuh dan kuat, yang sukar dikikis jika tidak dihadapi dengan suatu konsep yang kebal yang diceduk dari Allah S.W.T. Setiap remaja yang menentang arus, yang menentang cara berfikir remaja lain, menentang nilai hidup mereka dan sebagainya, tentu akan merasa tersisih dan bersedih hati, jika tidak berpegang kepada dahan yang lebih kukuh dari manusia itu sendiri.


Allah S.W.T. pasti tidak membiarkan orang-orang yang beriman keseorangan menghadapi tekanan, kesepian menanggung beban yang berat itu. Oleh kerana itu, sungguh indah (Surah Ali 'Imran: ayat 139) memujuk setiap orang beriman. Sesungguhnya orang yang beriman itulah orang yang paling tinggi darjat tempat pergantungannya.

Kenapa nilai remaja lain perlu lebih berpengaruh dalam hidup kita berbanding nilaian Allah yang menciptakan kita semua?

Fikir-fikirkanlah.

Contohilah keberanian Rabi’ bin Amir dalam menyatakan imannya di hadapan Rustam menjelang perang Qodisiyyah.

"Allah telah mengutuskan kami untuk mengeluarkan sesiapa sahaja yang dikehendaki-Nya daripada pengabdian terhadap hamba kepada pengabdian kepada Allah s.w.t., dari kesempitan dunia kepada keselesaan hidup dunia dan akhirat, juga dari kezaliman agama-agama lain kepada keadilan Islam. "

Wahai remaja beriman, kita belum lagi diuji berhadapan kuasa kafir sebagaimana Rabi’ bin Amir berhadapan Rustam, kita baru diuji berhadapan dengan suara-suara rakan sebaya. Kenapa perlu gentar menyatakan iman kita terhadap mereka bagi menolak segala ajakan dan dakwaan yang tidak sihat? Jangan mudah mengalah. Rasa mulia dan tinggilah dengan iman.



Glosari:
1. Inkuiri : Ingin tahu
2. Transisi : Peralihan, Perubahan